JURNALIS GAZA DIBLOKIR TIKTOK, ADA KEPENTINGAN AS & ISRAEL? - Berita Dunia
← Kembali

JURNALIS GAZA DIBLOKIR TIKTOK, ADA KEPENTINGAN AS & ISRAEL?

Foto Berita

Berita mengejutkan datang dari Bisan Owda, jurnalis Palestina pemenang penghargaan Emmy yang dikenal dengan laporannya langsung dari Gaza. Akun TikTok miliknya, yang memiliki 1,4 juta pengikut, kini telah diblokir permanen. Owda menduga, keputusan TikTok ini tak lepas dari perubahan kepemilikan platform di Amerika Serikat serta campur tangan politik dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Lantas, ada apa di balik penghapusan akun yang selama ini menjadi jendelanya ke dunia?

Jurnalis Palestina pemenang Emmy, Bisan Owda, mengumumkan akun TikTok-nya diblokir permanen. Owda, yang dikenal lewat laporan langsung dari Gaza dan punya 1,4 juta pengikut, menyampaikan kabar ini beberapa hari setelah platform media sosial itu diakuisisi oleh investor baru di Amerika Serikat. Ini bukan sekadar pembatasan biasa, melainkan penghapusan total yang membuatnya kehilangan suara di salah satu platform terbesar dunia.

Lewat video yang diunggah di Instagram dan X, Owda menyebut dua kemungkinan alasan di balik pemblokiran ini: perubahan kepemilikan TikTok di AS dan pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dugaan ini mengarah pada potensi adanya campur tangan politik atau kebijakan baru yang memengaruhi moderasi konten di platform tersebut.

Pada September tahun lalu, Netanyahu bertemu dengan para influencer pro-Israel di New York. Dalam pertemuan itu, ia secara terang-terangan mengungkapkan harapannya agar "pembelian" TikTok bisa terlaksana. Netanyahu melihat media sosial sebagai "medan perang" penting dan menyebut TikTok sebagai "pembelian paling penting" yang dapat memiliki konsekuensi besar. Pernyataannya ini mengindikasikan upaya strategis untuk menguasai narasi di ranah digital.

Pekan lalu, TikTok mengumumkan kesepakatan pembentukan entitas terpisah di AS yang kini dikendalikan oleh sejumlah perusahaan investasi, termasuk beberapa yang punya kaitan dengan mantan Presiden AS Donald Trump. Tak hanya itu, Adam Presser, CEO baru TikTok untuk AS, dalam sebuah video (tanpa tanggal) menyatakan perubahan dalam kebijakan platform. Presser menyebut bahwa penggunaan istilah "Zionis" sebagai "proxy untuk atribut yang dilindungi" telah ditetapkan sebagai "ujaran kebencian". Zionisme sendiri adalah ideologi nasionalis yang mendukung pembentukan negara Yahudi.

Selama empat tahun membangun akunnya, Bisan Owda menjadi salah satu suara penting dari Gaza. Ia dikenal dengan video hariannya yang selalu diawali dengan sapaan khas, "It's Bisan From Gaza – and I’m still alive." Laporannya yang jujur dan personal memberinya pengakuan, termasuk penghargaan Emmy dan kolaborasi dengan AJ+ Al Jazeera. Pemblokiran akunnya berarti membungkam salah satu narator paling vokal dari wilayah konflik tersebut.

Pemblokiran akun Bisan Owda memicu pertanyaan serius tentang kebebasan berekspresi dan potensi sensor di platform media sosial, terutama bagi jurnalis yang meliput konflik sensitif. Ini mempertegas perdebatan panjang mengenai netralitas platform digital dan dugaan bias dalam moderasi konten terkait isu geopolitik. Bagi masyarakat, insiden ini menjadi pengingat bahwa narasi di ruang digital bisa sangat rentan terhadap kepentingan politik dan perubahan kebijakan internal raksasa teknologi, yang pada akhirnya membatasi akses publik terhadap informasi dari berbagai sudut pandang.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook