AS BERBALIK ARAH? DAMASKUS KENDALIKAN ISIS, KURDI BERINTEGRASI! - Berita Dunia
← Kembali

AS BERBALIK ARAH? DAMASKUS KENDALIKAN ISIS, KURDI BERINTEGRASI!

Foto Berita

Peran Pasukan Demokratik Suriah (SDF) sebagai ujung tombak perlawanan terhadap ISIS di Suriah kini dianggap "sebagian besar telah berakhir". Amerika Serikat, melalui utusan khususnya Tom Barrack, menyatakan bahwa pemerintah Suriah di Damaskus siap mengambil alih tanggung jawab keamanan di seluruh wilayah, termasuk mengelola fasilitas penahanan dan kamp-kamp ISIS.

Barrack, dalam pernyataannya di platform X (sebelumnya Twitter), menjelaskan bahwa kehadiran militer AS di Suriah timur laut selama ini didasari kemitraan anti-ISIS. Namun, kini situasi di Suriah telah berubah secara fundamental. Pemerintah Suriah, yang baru-baru ini bergabung sebagai anggota ke-90 Koalisi Global Melawan ISIS pada akhir tahun 2025, dianggap siap dan mampu memikul tanggung jawab keamanan tersebut.

Lebih dari sekadar pergeseran keamanan, Barrack juga menyoroti peluang historis bagi etnis Kurdi. Seiring pemerintah Suriah mengambil alih peran anti-ISIS, sebuah "jendela unik" terbuka bagi komunitas Kurdi untuk berintegrasi penuh ke masyarakat. Presiden Ahmed al-Sharaa bahkan telah mengumumkan pemberian hak kewarganegaraan dan perlindungan bahasa Kurdi, menyusul kesepakatan gencatan senjata empat hari yang diumumkan pemerintah. Barrack menegaskan, masa depan komunitas Kurdi di Suriah kini menuju "integrasi penuh".

Hubungan AS dengan SDF sendiri terbilang panjang dan erat. Selama lebih dari satu dekade, AS telah melatih, melengkapi, dan bertempur bersama SDF. Bahkan, saat ini masih ada sekitar 900 tentara AS yang ditempatkan di wilayah yang dikuasai SDF. Wartawan Al Jazeera di Damaskus, Ayman Oghanna, melaporkan adanya kekhawatiran di kalangan Kurdi Suriah bahwa kedekatan Damaskus-Washington bisa membuat AS "meninggalkan" SDF, dan ini tampaknya menjadi kenyataan.

Pernyataan Barrack ini muncul setelah tentara Suriah dan SDF mencapai kesepakatan gencatan senjata. Ini dianggap sebagai kemenangan besar bagi pemerintahan Presiden al-Sharaa sejak jatuhnya mantan Presiden Bashar al-Assad pada tahun 2024. Meski sempat terjadi bentrokan antara tentara Suriah dan SDF di kota al-Shaddadi pada hari Senin lalu, dengan beberapa terduga anggota ISIS dilaporkan kabur dari penjara, gencatan senjata empat hari akhirnya disepakati dan diumumkan pada hari Selasa. Kedua belah pihak menyatakan komitmennya terhadap kesepakatan tersebut.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook