NIPAH INDIA KLAIM AMAN, ASIA PERKETAT PENGAWASAN! - Berita Dunia
← Kembali

NIPAH INDIA KLAIM AMAN, ASIA PERKETAT PENGAWASAN!

Foto Berita

Pemerintah India mengklaim berhasil mengendalikan wabah virus Nipah yang kembali muncul di West Bengal dengan dua kasus terkonfirmasi. Namun, klaim tersebut tak lantas membuat negara-negara tetangga di Asia tenang. Sejumlah negara, termasuk Indonesia, Thailand, dan Malaysia, justru memperketat pemeriksaan bagi penumpang yang datang dari India di pintu-pintu masuk utama.

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India menyatakan, upaya penanganan telah memastikan 'pencegahan tepat waktu' setelah mengidentifikasi dua kasus di negara bagian West Bengal. Sebanyak 196 kontak erat terkait kasus-kasus tersebut telah diidentifikasi, dilacak, dipantau, dan dites, dengan semua hasil tes menunjukkan negatif virus Nipah. Pihak kementerian juga menegaskan bahwa mereka terus memantau situasi dan menerapkan semua langkah kesehatan publik yang diperlukan, termasuk peningkatan pengawasan, pengujian laboratorium, dan investigasi lapangan, untuk mengklarifikasi angka-angka spekulatif di media.

Meski India berupaya meredakan kekhawatiran regional, beberapa negara Asia bergerak cepat. Tiongkok mengumumkan penguatan langkah pencegahan penyakit di area perbatasan, serta memulai penilaian risiko dan pelatihan khusus bagi staf medis. Indonesia dan Thailand meningkatkan pemeriksaan di bandara-bandara utama, dengan memberlakukan deklarasi kesehatan, pemeriksaan suhu, dan pemantauan visual bagi penumpang yang tiba. Sementara itu, Kementerian Kesehatan Myanmar menyarankan untuk menghindari perjalanan tidak penting ke West Bengal dan mengintensifkan pengawasan demam di bandara yang telah diterapkan sejak pandemi virus corona. Vietnam dan Malaysia pun turut memperketat pemantauan di perbatasan dan pelabuhan masuk internasional.

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang pertama kali teridentifikasi pada wabah tahun 1990-an di Malaysia. Virus ini menyebar melalui kelelawar buah, babi, dan kontak antarmanusia. Ancaman Nipah tidak bisa dianggap remeh, sebab belum ada vaksin untuk mengobatinya. Virus ini dapat menyebabkan demam tinggi, kejang, dan muntah, dengan tingkat kematian diperkirakan antara 40-75 persen, jauh lebih mematikan dibanding virus corona.

Sejarah mencatat, infeksi Nipah pertama pada manusia terjadi tahun 1998, menewaskan lebih dari 100 orang dari kalangan peternak babi dan jagal di Malaysia serta Singapura. Sejak itu, wabah serupa juga melanda Bangladesh, Filipina, dan India, di mana negara bagian Kerala bahkan melaporkan kasus Nipah hampir setiap tahun sejak 2018. Respon cepat dari negara-negara Asia ini mencerminkan pembelajaran dari pandemi global sebelumnya, menekankan pentingnya kewaspadaan dini dan langkah pencegahan di perbatasan untuk melindungi masyarakat dari potensi penyebaran virus mematikan ini.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook