ISRAEL KLAIM BUNUH JENDERAL IRAN: JADI KORBAN TERTINGGI? - Berita Dunia
← Kembali

ISRAEL KLAIM BUNUH JENDERAL IRAN: JADI KORBAN TERTINGGI?

Foto Berita

Militer Israel membuat klaim mengejutkan: mereka berhasil menewaskan Brigadir Jenderal Gholamreza Soleimani, Kepala Pasukan Paramiliter Basij Iran, serta Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Keduanya disebut tewas dalam serangan udara semalam yang menargetkan lokasi penting.

Jika klaim ini terbukti benar, kematian Soleimani dan Larijani akan menjadi pukulan telak bagi Teheran. Ini bisa menjadi insiden pembunuhan pejabat tingkat tertinggi sejak perang dimulai pada 28 Februari lalu, ketika serangan serupa menewaskan mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan para staf utamanya.

Hingga kini, Teheran belum memberikan konfirmasi atau bantahan resmi terkait kabar kematian dua figur penting tersebut. Namun, jika terverifikasi, kejadian ini dipastikan akan memicu eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah, mengingat posisi strategis keduanya dalam struktur keamanan dan politik Iran.

Gholamreza Soleimani sendiri bukanlah sosok sembarangan. Pria 62 tahun ini adalah veteran Perang Iran-Irak (1980-1988) dan telah memimpin Basij, pasukan internal paling kuat di Iran, sejak 2019. Ia juga anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sejak 1982. Penting dicatat, ia tidak memiliki hubungan keluarga dengan Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds IRGC yang tewas dalam serangan drone AS pada 2020.

Pasukan Basij dan IRGC adalah tulang punggung pertahanan dan keamanan internal Iran, dibentuk setelah Revolusi Islam 1979 dengan tugas utama menjaga keamanan dalam negeri dan menyebarkan 'budaya perlawanan'. Penargetan terhadap pemimpin tinggi seperti Soleimani dan Larijani mengindikasikan semakin intensifnya serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap struktur militer dan keamanan Iran.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran global akan potensi memanasnya konflik secara drastis, dengan risiko balas dendam dari Iran yang bisa memperluas cakupan perang di kawasan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook